Mengarungi angkasa raya di kepekatan malam, nalarku buntu kala mencoba memahami kebaikan Tuhan pada umatNya

Diijinkan ku melayang melintasi Fujiyama dan samudra nun jauh di bawah sana….
membalut pikiranku dengan pasrah atas takdirNya
andai kuterhempas maka aku akan mengapung bagai kapas
di lautan lepas atau membeku ragaku oleh salju

Maka diriku hanya sebuah nama
yang segera dilupakan waktu

Namun lamunan itu bukan tanpa makna
ia telah mengusir kecemasanku begitu muncul fajar di atas Jakarta….

O Tuhan….andai aku harus lahir kembali setelah kematianku
ijinka aku berada di tanah Jawa
dan kumiliki rumah nan elok bernama: INDONESIA

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here